MENGANILISIS
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN METODE
DEMPSTER SHAFER
Sistem
Pakar
Secara
umum, sistem pakar (Expert System) adalah sistem yang berusaha mengadopsi
pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah
seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Untuk pembangun sistem yang
seperti itu maka komponen-komponen dasar yang minimal harus dimiliki adalah
sebagai berikut:
1.
Antar muka (user interface),
2.
Basis pengetahuan (knowledge base), ada 2 bentuk pendekatan basis pengetahuan
yang sangat umum digunakan, yaitu:
1) Penalaran
berbasis aturan (Rule-Based Reasoning) pada penalaran berbasis aturan,
pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan aturan berbentuk: IF-THEN.
Bentuk ini digunakan apabila kita memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada
suatu permasalahan tertentu, dan pakar dapat menyelesaikan masalah tersebut
secara berurutan.
2) Penalaran
berbasis kasus (Case-Based Reasoning) pada penalaran berbasis kasus, basis
pengetahuan akan berisi solusi-solusi yang telah dicapai sebelumnya, kemudian
akan diturunkan suatu solusi untuk keadaan yang terjadi sekarang (fakta yang
ada).
3.
Mesin inferensi (Inference Engine), ada 2 cara yang dapat dikerjakan dalam
melakukan inferensi, yaitu:
1) Forward
Chaining (Pelacakan ke depan)
Pencocokan
fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri (IF dulu).Dengan kata
lain, penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji hipotesis.
2) Backward
Chaining (Pelacakan ke belakang)
Pencocokan
fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kanan (THEN dulu). Dengan
kata lain, penalaran dimulai dari hipotesis terlebih dahulu, dan untuk menguji
kebenaran hipotesis tersebut, harus dicari fakta-fakta yang ada dalam basis
pengetahuan.
PEMBAHASAN
JURNAL TENTANG SISTEEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PENCERNAAN
Dalam
jurnal tersebut untuk mendiagnosa penyakit saluran pencernaan menggunakan
dengan menggunakan metode Dempster Shafer bahasa perograman Microsoft Visual
Basic 6.0.
Teori
Dempster Shafer
Secara
umum teori Dempster Shafer ditulis dalam suatu interval:
[Belief,
Plausibility] (1)
Belief
(Bel) adalah ukuran kekuatan evidence dalam mendukung suatu himpunan preposisi.
Jika bernilai (nol) maka mengidentifikasikan bahwa tidak ada evidence, dan jika
bernilai 1 menunjukkan adanya kepastian [2]. Plausibility (Pl) dinotasikan
sebagai :
Pl(s)
= 1 – Bel(¬s) (2)
Plausibility
juga bernilai 0 sampai 1. Jika kita yakin akan ¬s, maka dapat dikatakan bahwa
Bel(¬s)=1, dan Pl(¬s)=0. Pada teori Dempster Shafer kita mengenal adanya frame
of discernment yang dinotasikan dengan θ. Frame ini merupakan semesta
pembucaraan dari sekumpulan hipotesis.
Tujuan
kita adalah mengaitkan ukuran kepercayaan elemen-elemen θ. Tidak semua evidence
secara langsung mendukung tiap-tiap elemen. Sebagai contoh, panas mungkin hanya
mendukung {F,B,D}.
Untuk
itu perlu adanya probabilitas fungsi densitas (m). Nilai m tidak hanya
mendefinisikan elemen-elemen θ saja, namun juga semua subset-nya. Sehingga jika
θ berisi n elemen, maka subset dari θ semuanya berjumlah 2n . Kita harus
menunjukkan bahwa jumlah semua m dalam subset θ sama dengan 1. Andaikan
tidakada informasi apapun untuk memilih keempat hipotesa tersebut, maka nilai:
m{ θ
} = 1,0
Jika kemudian
diketahui bahwa panas merupakan gejala dari flu, demam, dan bronkitis dengan m
= 0,8, maka:
m{F,D,B}
= 0,8
m{ θ
} = 1 – 0,8 = 0,2
Andaikan
diketahui X adalah subset dari θ, dengan m1 sebagai fungsi densitasnya, dan Y
juga merupakan subset dari θ dengan m2 sebagai fungsi densitasnya, maka kita
dapat membentuk fungsi kombinasi m1 dan m2 sebagai m3, yaitu:
Analisis
kebutuhan sistem yang akan dirancang disesuaikan dengan analisis kebutuhan
user. Analisis kebutuhan sistem meiputi:
A. Data
masukan (input)
Data
masukan yang diperlukan data penyakit, gejala penyakit, penyebab, solusi,
aturan gejala, aturan penyebab, dan aturan solusi dari penyakit. Sistem yang
dibutuhkan untuk spesifikasi data masukan (input):
1.
Data penyakit diperlukan karena merupakan inti dari pengetahuan yang akan
digunakan sebagai tujuan pendiagnosaan. Pada data penyakit juga disertai
definisi dari penyaki.
2. Data
gejala merupakan data yang akan dipilih oleh user sebagai inputan ke sistem.
Pada data gejala juga disertai dengan nilali probabilitas dari gejala tersebut.
3. Data
penyebab merupakan data yang berisi penyebab penyakit.
4. Data
solusi merupakan, data yang berisi solusi penyakt.
5. Data
aturan gejala merupakan data aturan relasi dari gejala-gejala dengan suatu
penyakit.
6. Data
aturan penyebab, merupakan data aturan relasi dari penyebab-penyebab dengan
suatu penyakit.
7. Data
aturan solusi merupakan, data aturan relasi dari solusi-solusi dengan suatu
penyakit
B. Data
keluaran (output)
Sistem
yang dirancang dapat memberikan output berupa:
1. Dapat
menampilkan kemungkinan penyakit dari hasil diagnosis.
2. Dapat
menampilkan nilai persentase penyakit.
3. Dapat
menampilkan penyebab dan solusi sesuai dengan penyakit hasil diagnosis.
C. Proses
Data
yang akan diproses menjadi hasil diagnosis bermula ketika user memilih gejala
yang dirasakan, gejala tersebut akan diproses oleh sistem dengan pelacakan
forward chaining berdasarkan dengan metode Dempster Shafer untuk menemukan
penyakit yang diderita oleh pasien. Metode ini akan membandingkan tiap gejala
dengan penyakit yang ada dan menghitung kepastiannya sampai diperoleh nilai
yang tertinggi yang merupakan hasil diagnosa. Hasil proses berupa diagnosa nama
penyakit yang kemungkinan diderita pasien (user) dengan nilai persentase nilai
kepastian penyakit tersebut.
Opini
:
Menurut
saya untuk meningkatkan program analisa penyakit saluran pencernaan diperlukan
penataan struktur program
berdasarkan tuntutan kebutuhan program tersebut.
Program
ini juga masih banyak kekuranganya dan masih perlu ditingkatkan lagi untuk
kebutuhan program berikutnya. bagi yang berminat membuat program ini dapat
menggunakan pendekatan output, yaitu mengukur banyaknya inputan yang masuk
berdasarkan ketepatan dalam analisa dan tingkat kepuasan masyarakat
Untuk
meningkatkan kinerja program ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut, karna
program ini sangat di butuhkan orang banyak dan menolong mereka mendeteksi
penyakit mereka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar